Gangguan jiwa merupakan kondisi yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang, sehingga penting untuk melakukan deteksi dini yang efektif. Puskesmas Tanggul memiliki peran dalam mendukung deteksi gangguan jiwa melalui kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyuluhan terhadap pemahaman dan kemampuan deteksi dini gangguan jiwa oleh kader kesehatan di Desa Kramat Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre-test dan post-test pada kelompok kontrol dan perlakuan. Sebanyak 28 kader kesehatan berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang menerima edukasi dan kelompok kontrol yang tidak menerima edukasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang mendapatkan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman (pre-test: 16,43; post-test: 18,86; p < 0,05) serta kemampuan deteksi dini gangguan jiwa (p < 0,05). Sementara itu, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yang berarti. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa penyuluhan memiliki efektivitas dalam meningkatkan pemahaman serta keterampilan kader kesehatan dalam mendeteksi gangguan jiwa. Oleh karena itu, disarankan agar pelatihan kader kesehatan dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas deteksi dini gangguan jiwa di masyarakat.
Copyrights © 2025