Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia akademik, mempermudah akses informasi dan mendukung proses belajar serta penelitian. Namun, pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan etika, seperti risiko plagiarisme, bias algoritmik, dan hilangnya nilai-nilai keilmuan yang berbasis akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep adab keilmuan dalam Adabul 'Alim wa al-Muta’allim karya KH. Hasyim Asy'ari sebagai panduan etis dalam pemanfaatan AI, menelaah relevansi etika dan akhlak dalam teknologi AI, serta mengintegrasikan nilai-nilai tasawuf dalam pengembangan AI guna menghadapi tantangan era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sumber primer dari kitab Adabul 'Alim wa al-Muta’allim, hadis, dan Al-Qur’an, serta sumber sekunder dari buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait AI dan etika akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip adab keilmuan, seperti niat yang ikhlas, etika komunikasi, tanggung jawab moral, serta keseimbangan antara ilmu dan akhlak, sangat relevan dalam penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Kesimpulannya, penerapan nilai-nilai adab keilmuan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan etika AI, dengan memastikan bahwa teknologi ini dimanfaatkan sesuai prinsip kejujuran dan kemaslahatan umat. Implikasinya, AI harus dikembangkan dan digunakan dengan mempertimbangkan aspek moral serta nilai-nilai spiritual Islam agar tetap mendukung integritas akademik dan keberkahan ilmu.
Copyrights © 2025