Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kelayakan penggunaan Gemini Chat dalam takhrij hadis, khususnya hadis ‘Innama A’malu Binniyah’, di era Society 5.0. Penelitian ini menilai beberapa aspek kelayakan, termasuk validitas sumber, sanad dan metodologi takhrij. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Gemini Chat memiliki potensi dalam melakukan takhrij hadis. Namun terdapat keterbatasan kritis yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal validitas sumber yang tidak singkron dengan kitab induk hadis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik membaca dan mencatat serta model analisis Miles dan Huberman. Validasi hasil takhrij dilakukan dengan membandingkan output Gemini Chat dengan kitab takhrij hadis milik Syaikh ‘Adnan Al-‘Aori. Pembahasan juga mencakup analisis perbandingan antara metode takhrij Gemini Chat dan metode ulama hadis. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun Gemini Chat dapat melakukan takhrij, belum dapat diandalkan sepenuhnya sebagai otoritas ilmiah dalam kajian hadis.
Copyrights © 2025