Penelitian ini merupakan studi kasus yang menginvestigasi perbedaan cara perhitungan harga pokok produksi (HPP) antara metode full costing dan variable costing pada produk Sate Lilit dan Tum Daging. Data diperoleh melalui kombinasi sumber primer dan sekunder di UKM Kubu Ajengan yang berlokasi di Banjar Taman Darmasaba, Badung, Bali, sebuah usaha yang mengusung kuliner rumahan dengan cita rasa autentik berdasarkan bumbu tradisional Genep. Data dikumpulkan dengan cara pengamatan langsung dan analisis rinci atas komponen biaya produksi, yaitu biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, serta overhead pabrik. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan perhitungan HPP antara kedua metode tidak signifikan, terutama karena porsi biaya tetap yang sangat kecil. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar UKM secara rutin melakukan perhitungan HPP yang akurat guna meningkatkan pengendalian biaya serta menetapkan harga jual yang lebih kompetitif.
Copyrights © 2024