Kurangnya pasokan air irigasi menyebabkan petani pada daerah hilir aliran irigasi memilih menanam palawija atau memberakan lahan. Hal ini juga terjadi pada Daerah Irigasi Sekampung Batanghari dengan luas potensial sebesar 9.634 ha. Dalam Analisa kebutuhan air, penggunaan software Cropwat 8.0 dapat dijadikan alternatif agar proses perhitungan lebih mudah dan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi, pola tanam, serta jadwal pemberian air irigasi. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data curah hujan, debit bendung Argoguruh, dan klimatologi untuk Daerah Irigasi Sekampung Batanghari, masing-masing selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. Analisis yang dilakukan yaitu menentukan debit andalan bendung, curah hujan efektif, evapotranspirasi potensial, kebutuhan air tanaman, pola tanam, skema pemberian air irigasi, dan menganalisis keseimbangan air. Pola tanam yang digunakan adalah padi-padi-palawija dengan jagung sebagai palawija. Kebutuhan air paling besar pada bulan Desember 5,42 m3/s. Skema pemberian air irigasi pada tanaman padi dilakukan terus menerus dengan debit air tertentu dengan tinggi 5 mm/hari. Ketersediaan air dinyatakan cukup setelah dilakukan analisis kebutuhan air pada musim tanam satu yaitu padi seluas 100% dari total luas potensial, musim tanam dua yaitu padi seluas 75% dan jagung seluas 25%, musim tanam tiga yaitu jagung dengan luas 20% dari total luas.
Copyrights © 2024