Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Air Irigasi Menggunakan Software Cropwat 8.0 (Studi Kasus: Daerah Irigasi Sekampung Batanghari) Putra, Muhammad Hakiem Sedo
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 30, Nomor 2 (2024)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v30i2.66772

Abstract

Kurangnya pasokan air irigasi menyebabkan petani pada daerah hilir aliran irigasi memilih menanam palawija atau memberakan lahan. Hal ini juga terjadi pada Daerah Irigasi Sekampung Batanghari dengan luas potensial sebesar 9.634 ha. Dalam Analisa kebutuhan air, penggunaan software Cropwat 8.0 dapat dijadikan alternatif agar proses perhitungan lebih mudah dan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi, pola tanam, serta jadwal pemberian air irigasi. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data curah hujan, debit bendung Argoguruh, dan klimatologi untuk Daerah Irigasi Sekampung Batanghari, masing-masing selama 10 (sepuluh) tahun terakhir. Analisis yang dilakukan yaitu menentukan debit andalan bendung, curah hujan efektif, evapotranspirasi potensial, kebutuhan air tanaman, pola tanam, skema pemberian air irigasi, dan menganalisis keseimbangan air. Pola tanam yang digunakan adalah padi-padi-palawija dengan jagung sebagai palawija. Kebutuhan air paling besar pada bulan Desember 5,42 m3/s. Skema pemberian air irigasi pada tanaman padi dilakukan terus menerus dengan debit air tertentu dengan tinggi 5 mm/hari. Ketersediaan air dinyatakan cukup setelah dilakukan analisis kebutuhan air pada musim tanam satu yaitu padi seluas 100% dari total luas potensial, musim tanam dua yaitu padi seluas 75% dan jagung seluas 25%, musim tanam tiga yaitu jagung dengan luas 20% dari total luas.
Waste Power Plant as an Innovative Solution to Overcome Air Pollution in Bantargebang Integrated Waste Management Facility Fadillah, Ihsanuddin; Apriani, Katarina; Hazlin, Intan Suroya; Mawadah, Syabrina Samsu Raudathul; Siringoringo, Suyen E M; Ulya, M. Ridho; Putra, Muhammad Hakiem Sedo
Applied Research in Science and Technology Vol. 5 No. 1 (2025): Applied Research in Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/areste.v5i1.72

Abstract

Background: The dominance of domestic waste in Bantargebang Integrated Waste Management Facility (IWMF), makes the characteristics of the waste can be categorized as combustible waste, with the type of waste mostly plastic and non-plastic. Waste dumped in Bantargebang creates new problems related to environmental pollution. The Merah Putih Waste Power Plant (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah = PLTSa) is an important thing in efforts to control air pollution and waste management, where the quantity of waste production is relatively large and needs to be handled immediately.Aims: This study aims to analyze the benefits of the Waste Power Plant in reducing air pollution at the Bantargebang IWMF.Methods: The research uses a descriptive approach to systematically describe, analyze, and explain phenomena. In addition, quantitative analysis is applied to process and interpret data in the form of numbers. Data collection methods include air pollution data analysis, where air quality monitoring data was collected between 2019 and 2024 after the PLTSa began operating.Result: Based on the data obtained, the air quality in 2019 before the PLTSa operated and after the PLTSa operated in 2024, it can be seen that the concentration of PM2.5 decreased to 33.8 µg/m³, SO2 decreased to 2.1 µg/m³, CO decreased to 1,437.0 µg/m³, NO2 decreased to 0.5 µg/m³. Furthermore, it can be seen that after the PLTSa Merah Putih Bantargebang began operating in mid-2019, it showed benefits in 2024, where most air pollutants decreased compared to 2019 (before operated), such as PM2.5, SO₂, CO, and NO₂. This decrease reflects the success of the emission control system from the waste combustion process applied to the PLTSa.
Pendugaan Erosi dan Sedimentasi Menggunakan Metode USLE pada DAS Nongsa Kota Batam Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Ulya, Muhammad Ridho
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 8 No 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v8i1.4443

Abstract

Pendugaan erosi dan sedimentasi sangat penting dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat erosi dan sedimentasi di DAS Nongsa, Kota Batam, menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi potensial rata-rata sebesar 92.141,60 ton/ha/tahun, sementara erosi aktual rata-rata mencapai 17.853,54 ton/ha/tahun. Faktor utama yang memengaruhi tingkat erosi adalah curah hujan (R) yang bervariasi setiap tahun, sedangkan faktor topografi (LS) memiliki pengaruh lebih rendah karena DAS cenderung datar. Sedimentasi yang dihasilkan mencapai rata-rata 11.902,36 m³/tahun, yang berisiko menyebabkan pendangkalan badan air. Upaya konservasi tanah, seperti penanaman vegetasi penutup dan pengelolaan curah hujan, sangat penting untuk mengurangi risiko erosi dan sedimentasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan DAS yang berkelanjutan.
Hidrologi Forensik terhadap Peristiwa Banjir Ekstrem di Sub DAS Way Pisang, Kabupaten Way Kanan Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Alim, Zainal; Ulya, M. Ridho
CIVeng: Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2026): CIVENG VOLUME 7 NO.1 JANUARI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/civeng.v7i1.27375

Abstract

Hidrologi forensik merupakan pendekatan ilmiah untuk mengungkap penyebab, kronologi, dan dampak dari peristiwa hidrologi ekstrem, seperti banjir besar, yang sering menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kerugian sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa banjir ekstrem yang terjadi di Sub DAS Way Pisang, Kabupaten Way Kanan, dengan menggunakan pendekatan forensik berbasis data hujan, data debit sungai, dokumentasi lapangan, dan wawancara masyarakat. Analisis dilakukan untuk merekonstruksi waktu puncak banjir, menganalisis kecepatan dan volume aliran, serta mengaitkannya dengan kerusakan infrastruktur yang terjadi, khususnya jembatan dan tanggul sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian banjir disebabkan oleh hujan ekstrem dengan intensitas >150 mm/hari yang terjadi secara berturut-turut, ditambah dengan buruknya sistem drainase dan hilangnya vegetasi bantaran. Pendekatan hidrologi forensik terbukti dapat memberikan gambaran menyeluruh atas rangkaian peristiwa dan memperkuat dasar ilmiah untuk perencanaan mitigasi bencana ke depan.
Analisis Kerentanan Lahan Bantaran Sungai Way Mesuji Dengan Pendekatan Deskriptif Kuantitatif Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Mashuri, Mashuri
Jurnal Teknik Sipil Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v22i1.10238

Abstract

This study aims to analyze the vulnerability of riverbank land along the Way Mesuji River using a descriptive quantitative approach. Riverbank land vulnerability is a critical issue related to natural resource management and flood disaster mitigation. The study identifies vulnerability factors, including land use, physical land conditions, and flood risk. Data were collected through field surveys, remote sensing, and spatial analysis using GIS software. The findings indicate that the level of land vulnerability along the riverbanks varies, with some areas showing high vulnerability due to unsustainable human activities and fragile geological conditions. These results provide a valuable foundation for disaster risk mitigation planning and more sustainable environmental management in the Way Mesuji Riverbank area.
Analisa Indeks Kekeringan Menggunakan Metode Thornthwaite Mather Di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Ulya, M. Ridho
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i3.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks kekeringan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, menggunakan metode Thornthwaite-Mather pada tahun 2023. Metode ini mengintegrasikan data curah hujan, evapotranspirasi aktual (ETa), kapasitas lapang tanah, serta surplus dan defisit air untuk menghitung indeks kekeringan bulanan. Data yang digunakan meliputi rata-rata curah hujan bulanan, rata-rata suhu udara, dan karakteristik tanah daerah penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi signifikan antara periode basah dan kering. Periode basah terjadi pada bulan Januari hingga April, serta November hingga Desember, dengan surplus air yang mencukupi kebutuhan evapotranspirasi tanaman. Sebaliknya, periode kering berlangsung pada bulan Mei hingga Oktober, dengan puncak kekeringan terjadi pada bulan Agustus, ditandai dengan nilai indeks kekeringan negatif yang signifikan. Kondisi ini mengindikasikan tekanan kekurangan air pada wilayah pertanian, yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kabupaten Banyuasin mengalami pola kekeringan musiman yang memerlukan strategi mitigasi, seperti pengelolaan irigasi yang efisien, pemanenan air hujan, dan diversifikasi pola tanam. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya air dan perencanaan tata guna lahan untuk meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan di wilayah tersebut.
Pendekatan Hidrologi Forensik untuk Analisis Penyebab dan Dampak Banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Semangka, Lampung Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Mashuri, Mashuri; Ulya, M. Ridho
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i3.131

Abstract

Hidrologi forensik merupakan pendekatan ilmiah yang digunakan untuk menyelidiki kejadian hidrologis ekstrem, seperti banjir, dengan memanfaatkan data historis, bukti lapangan, serta pemodelan numerik untuk menentukan penyebab dan dampaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi penerapan pendekatan hidrologi forensik dalam menganalisis banjir yang terjadi pada Januari 2024 di DAS Way Semangka, Lampung. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data curah hujan, debit sungai, serta penggunaan citra satelit dan observasi lapangan pasca-banjir. Hasil menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem (>200 mm/hari) selama dua hari berturut-turut yang diperparah oleh degradasi hutan di daerah tangkapan air. Pemodelan HEC-RAS menunjukkan bahwa luapan air melebihi kapasitas sungai hingga 40%. Pendekatan hidrologi forensik terbukti dapat memberikan informasi penting bagi perencanaan sistem mitigasi dan pengelolaan risiko banjir berbasis bukti.
Analisis Efisiensi Sistem Drainase Perkotaan di Palembang, Sumatera Selatan: Studi Kasus dan Strategi Mitigasi Banjir Putra, Muhammad Hakiem Sedo; Haqiki, Novrian Erintias
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 29 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v29i3.139

Abstract

Banjir perkotaan menjadi masalah utama di Palembang, Sumatera Selatan, akibat kombinasi curah hujan tinggi, urbanisasi, dan sistem drainase yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi sistem drainase kota dan merumuskan strategi mitigasi banjir berbasis data lapangan. Metode penelitian mencakup survei lapangan, pengukuran debit aliran, dan simulasi hidrologi menggunakan model SWMM. Hasil penelitian menunjukkan beberapa titik drainase mengalami kapasitas lebih rendah dari debit puncak hujan, dengan potensi genangan hingga 25–30 cm selama hujan ekstrem. Berdasarkan analisis, direkomendasikan perbaikan kapasitas saluran, pembangunan tangki retensi, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manajemen air hujan. Penelitian ini memberikan dasar bagi perencanaan drainase yang lebih adaptif dan meningkatkan ketahanan kota terhadap banjir.