Kota Pagar Alam dan daerah sekitarnya terletak di Pegunungan Bukit Barisan, sehingga topografinya dicirikan oleh perbukitan dan pegunungan. Ruas Jalan Nasional yang melewati daerah tersebut sering mengalami kelongsoran lereng, yang menyebabkan gangguan pada transportasi orang dan barang. Pengamatan sebelumnya menunjukkan bahwa kelongsoran lereng terkait dengan curah hujan yang sering dan berkepanjangan. Makalah ini menyajikan hasil studi tentang mekanisme kelongsoran lereng yang disebabkan oleh curah hujan di Pagar Alam. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi skenario curah hujan kritis yang memicu kelongsoran lereng. Pengamatan data menunjukkan bahwa sebagian besar kelongsoran lereng terjadi pada bulan Januari hingga April sementara musim hujan dimulai pada bulan Oktober. Dengan demikian, kelembaban awal diperlukan untuk memulai mekanisme kelongsoran. Tekanan air pori transien dan stabilitas lereng dinilai menggunakan program Seep/W dan Slope/W. Analisis numerik menunjukkan bahwa skenario curah hujan kritis adalah kombinasi dari curah hujan anteseden dan curah hujan mayor. Durasi curah hujan anteseden dipengaruhi oleh sudut lereng.
Copyrights © 2024