Penumpukan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan masalah struktural yang semakin memburuk selama satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama krisis sampah, latar belakang krisis sampah, dan dampak ekologis dari sampah yang tidak terkelola di DIY. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pemanfaatan data sekunder berupa laporan tahunan dari pemerintah daerah serta observasi lapangan secara terbatas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi terutama di sektor pariwisata memiliki peran kuat terhadap peningkatan volume sampah yang signifikan hingga melampaui kapasitas sistem pengelolaan yang hanya ditopang oleh satu TPA regional, yakni TPA Piyungan. Penurunan efektivitas pengelolaan sampah tergambar dari turunnya persentase sampah tertanggulangi dari 100% di tahun 2017 menjadi hanya 40% di tahun 2024. Sebagai konsekuensi, praktik seperti pembakaran dan pembuangan sembarangan marak terjadi dan memberikan dampak ancaman terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Penelitian ini menyajikan fakta yang tidak dapat disangkal, bahwa krisis penumpukan sampah ini adalah harga mahal dari abainya perencanaan jangka panjang yang memundurkan stabilitas lingkungan secara keseluruhan di DIY.
Copyrights © 2025