Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dan cefadroxil terhadap kadar hemoglobin pada tikus Rattus norvegicus yang terinfeksi Staphylococcus aureus. Penelitian ini melibatkan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga dosis ekstrak daun sirih hijau (300 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, dan 1000 mg/KgBB). Kadar hemoglobin diukur menggunakan automatic hematology analyzer pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cefadroxil dapat meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan, sedangkan pemberian ekstrak daun sirih hijau dengan dosis yang berbeda tidak memberikan efek yang signifikan terhadap kadar hemoglobin. Meskipun demikian, ekstrak daun sirih hijau menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat terhadap Staphylococcus aureus. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau, meskipun tidak meningkatkan kadar hemoglobin, memiliki potensi sebagai agen antibakteri.
Copyrights © 2025