Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO telah mengumumkan Covid-19 sebagai pandemik dunia dikarenakan penyebaran dan peningkatan jumlah kasusnya yang pesat, untuk meminimalisir penularan Covid-19 pada anak, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah melalui metode daring. Perkembangan intelektual anak sekolah dasar merupakan kemampuan penting yang berhubungan dengan tujuan belajar dan berorientasi pada kemampuan berpikir. Perubahan ditetapkannya pembelajaran dari rumah tentu menjadi kurang efektif jika dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara langsung melalui tatap muka antara guru dan siswa. Beberapa dampak yang ditimbulkan akibat proses belajar dari rumah diantaranya yaitu banyak siswa yang mengeluh tidak dapat memahami materi yang diajarkan oleh guru karena mereka tidak mendapatkan penjelasan secara langsung, pembelajaran menjadi kurang efektif, materi yang didapatkan anak sangatlah minim dan jauh dari acuan minimal yang seharusnya dicapai ketika pembelajaran berlangsung secara normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran luring dan daring terhadap perkembangan intelektual Anak Sekolah Dasar Negeri 53 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pembelajaran luring dengan pembelajaran daring terhadap perkembangan intelektual anak sekoloah dasar. Pembelajaran luring lebih baik diterapkan di tingkat sekolah dasar daripada pembelajaran daring, karena pembelajaran luring dapat memberikan pengalaman belajar secara komprehensif.
Copyrights © 2024