Peningkatan kadar natrium klorida dan pengurangan impuritas air laut dapat meningkatkan kualitasnya sebagai bahan baku untuk pembuatan garam industri. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam proses pemurnian ini adalah pemanfaatan gas karbon dioksida sebagai agen pengikat impuritas. Karbon dioksida bereaksi dengan ion–ion tertentu dalam air laut membentuk senyawa karbonat yang tidak larut, sehingga dapat dipisahkan melalui proses presipitasi. Dalam penelitian ini, parameter utama yang dibandingkan untuk menentukan efektivitas proses adalah laju alir gas karbon dioksida dan waktu kontak antara gas karbon dioksida dengan air laut. Laju alir gas karbon dioksida yang digunakan adalah 400, 500, 600, 700, dan 800 mL/menit, serta waktu kontak pada rentang 15, 20, 25, 30, dan 35 menit. Penelitian ini berhasil mengurangi kadar pengotor Ca2+ dan Mg2+ dalam air laut yang semula berturut–turut sebesar 0,12 dan 0,16% menjadi 0,0203 dan 0,0115%, serta meningkatkan kadar natrium klorida yang semula 1,88 menjadi 2,4502% dengan laju alir karbon dioksida 800 mL/menit dan waktu kontak selama 35 menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak dan semakin besar laju alir gas karbon dioksida yang digunakan, maka kadar pengotor dalam air laut akan semakin kecil dan kadar natrium klorida akan semakin meningkat.
Copyrights © 2025