Triana, Nurul Widji
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KADAR NATRIUM KLORIDA (NaCl) DAN PENGURANGAN IMPURITAS AIR LAUT UNTUK GARAM INDUSTRI DENGAN KARBONASI CO2 Rahma, Aliza Milah; Hamid, Muhammad Nabil; Billah, Mutasim; Erliyanti, Nove Kartika; Triana, Nurul Widji; Karaman, Novel
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32778

Abstract

Peningkatan kadar natrium klorida dan pengurangan impuritas air laut dapat meningkatkan kualitasnya sebagai bahan baku untuk pembuatan garam industri. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam proses pemurnian ini adalah pemanfaatan gas karbon dioksida sebagai agen pengikat impuritas. Karbon dioksida bereaksi dengan ion–ion tertentu dalam air laut membentuk senyawa karbonat yang tidak larut, sehingga dapat dipisahkan melalui proses presipitasi. Dalam penelitian ini, parameter utama yang dibandingkan untuk menentukan efektivitas proses adalah laju alir gas karbon dioksida dan waktu kontak antara gas karbon dioksida dengan air laut. Laju alir gas karbon dioksida yang digunakan adalah 400,  500, 600, 700, dan 800 mL/menit, serta waktu kontak pada rentang 15, 20, 25, 30, dan 35 menit. Penelitian ini berhasil mengurangi kadar pengotor Ca2+ dan Mg2+ dalam air laut yang semula berturut–turut sebesar 0,12 dan 0,16% menjadi 0,0203 dan 0,0115%, serta meningkatkan kadar natrium klorida yang semula 1,88 menjadi 2,4502% dengan laju alir karbon dioksida 800 mL/menit dan waktu kontak selama 35 menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak dan semakin besar laju alir gas karbon dioksida yang digunakan, maka kadar pengotor dalam air laut akan semakin kecil dan kadar natrium klorida akan semakin meningkat.
PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN PELEBURAN ALKALI Magfiroh, Aldilah Dian; Isnayyah, Wanda Nur; Triana, Nurul Widji; Sutiyono, Sutiyono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31607

Abstract

Pemanfaatan singkong di Indonesia sejauh ini masih berfokus pada bagian umbinya, sementara kulit singkong sering kali hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kulit singkong memiliki kandungan selulosa yang tinggi, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan asam oksalat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh asam oksalat dengan kadar tertinggi serta menentukan nilai pH yang stabil berdasarkan variasi suhu dan waktu terbaik dalam proses peleburan alkali. Proses pembuatan asam oksalat dari kulit singkong diawali dengan peleburan alkali, di mana serbuk kulit singkong dicampur dengan larutan KOH. Filtrat yang dihasilkan kemudian ditambahkan dengan larutan CaCl₂ 10%, lalu endapan yang terbentuk diasamkan menggunakan H₂SO₄ dan disaring untuk memperoleh filtrat asam oksalat. Filtrat tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan metode titrasi permanganometri dan pH meter. Penelitian ini menerapkan variasi suhu sebesar 100, 120, 140, 160, dan 180 °C serta waktu peleburan selama 70, 75, 80, 85, dan 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik diperoleh pada suhu 160 °C dengan waktu peleburan selama 85 menit, menghasilkan kadar asam oksalat sebesar 15,7% dari 5 gram serbuk kulit singkong yang memiliki kadar selulosa sebesar 48,17%.
EKSTRAKSI SAPONIN DARI DAUN SENGON (PARASERIANTHES FALCATARIA (L.) NIELSEN) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL DENGAN METODE SOXHLETASI Renaldi, Miftachul Ichwan; Dwiyanto, Hendri Ari; Siswati, Nana Dyah; Susilowati, Susilowati; Triana, Nurul Widji
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31304

Abstract

Saponin merupakan senyawa bioaktif yang memiliki berbagai manfaat dalam industri farmasi, kosmetik, dan pangan. Daun sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) diketahui mengandung saponin dengan kadar yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal ekstraksi saponin menggunakan metode soxhletasi dengan pelarut etanol. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsentrasi etanol (70, 75, 80, 85, dan 90%) serta waktu ekstraksi (2, 3, 4, 5, dan 6 jam). Analisis kadar saponin dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-vis, sedangkan optimasi dilakukan menggunakan response surface methodology (RSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi etanol 80% dan waktu ekstraksi 4 jam, menghasilkan kadar saponin sebesar 4,63%. Hasil optimasi menunjukkan bahwa kondisi ekstraksi yang diterapkan menghasilkan kesesuaian yang baik antara data eksperimen dan perhitungan sehingga dapat diandalkan untuk menentukan kadar saponin secara efektif. Dengan demikian, ekstraksi soxhletasi dengan etanol 80% selama 4 jam dapat digunakan sebagai metode yang efektif untuk memperoleh saponin dari daun sengon.