Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Vol. 5 No. 2 (2024): Izzatuna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Konsep Keadilan Pembagian Warisan dalam Ayat “Li Al-Dzakari Mithlu Hazizi Al-Unthayayn”: Studi Kitab Tafsir Klasik dan Tafsir Kontemporer

Muridatul Qutsiyah (Unknown)
Mubarok, Ghozi (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2024

Abstract

Kewarisan merupakan salah satu dari beberapa aspek mu’amalah yang mana diatur oleh Allah SWT, terutama hal yang berkaitan dengan pembagian harta setelah seseorang meninggal dunia. Pembagian warisan Antara laki-laki dan perempuan dalam al-Qur’an dengan rumus satu banding dua seringkali memicu perdebatan di kalangan ulama dan pemikir kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interpretasi ayat li al-dzakari mithlu haz}z} al-unthayayn dalam tafsir klasik dan tafsir kontemporer serta menilai pengaruh dari interpretasi tersebut terhadap pemahaman keadilan pembagian warisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan analisis konten dan deskriptif terhadap berbagai sumber tafsir terkemuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik menekankan reformasi social yang dibawa oleh Islam dalam hal ketidakadilan pembagian warisan pra- Islam, sementara tafsir kontemporer cenderung mengkaji ulang interpretasi tersebut dengan mempertimbangkan perubahan peran dan tanggung jawab gender dalam masyarakat modern. Dengan kesimpulan, pertama penafsiran dalam kitab tafsir klasik dan kontemporer menunjukkan bahwa ajaran Islam mengubah praktik pembagian warisan dari sistem tidak adil pra-islam menjadi sistem yang adil dan merata. Kedua, dalam penafsiran klasik, ayat "li al-dzakari mithlu haz}z} al-unthayayn" dianggap sebagai penegasan Allah SWT dalam pembagian warisan yang adil. Sedangkan menurut tafsir kontemporer, ayat ini merupakan penerapan konsep kesetaraan gender dalam hokum waris. Meskipun ada diferensiasi berdasarkan jenis, hal ini mencerminkan peran gender dalam masyarakat Islam, yakni di mana laki-laki memiliki tanggung jawab ekonomi yang lebih besar.   Abstract Inheritance is one of several aspects of mu'amalah which is regulated by Allah SWT, especially matters related to the distribution of property after someone dies. The division of inheritance between men and women in the Qur'an with the formula one to two often triggers debate among contemporary scholars and thinkers. This study aims to analyze the interpretation of the verse li al-dzakari mithlu haz}z} al-unthayayn in classical and contemporary interpretations and to assess the influence of these interpretations on the understanding of the justice of inheritance distribution. The method used in this study is a literature study with content and descriptive analysis of various leading sources of interpretation. The results of the study show that classical interpretations emphasize the social reform brought by Islam in terms of the injustice of pra-Islamic inheritance distribution, while contemporary interpretations tend to review these interpretations by considering changes in gender roles and responsibilities in modern society. In conclusion, first, the interpretation in classical and contemporary tafsir books shows that Islamic teachings changed the practice of inheritance distribution from an unfair pre-Islamic system to a just and equitable system. Second, in classical interpretation, the verse "li al-dzakari mithlu haz}z} al-unthayayn" is considered as an affirmation of Allah SWT in the fair distribution of inheritance. Meanwhile, according to contemporary interpretation, this verse is an application of the concept of gender equality in inheritance law. Although there is differentiation based on gender, this reflects gender roles in Islamic society, namely where men have greater economic responsibility.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

izzatuna

Publisher

Subject

Religion

Description

Izzatuna merupakan jurnal ilmiah yang memfokuskan pembahasannya pada Tafsir Al Quran, Kaidah Kaidah Tafsir, Ilmu Ilmu Al Quran, Tajwid dan Qiraat Al Quran, Rasm Usmani dan Living ...