Penelitian ini mengkaji aktivitas pembelajaran di Forum Pendidikan Kampung terkait kebijakan tentang belis dalam tradisi perkawinan adat masyarakat Abenaho, Yalimo, dari perspektif sosiologis dan pedagogis. Menggunakan metode kualitatif studi kasus di lima kampung Distrik Abenaho, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan. Pertama, tradisi belis masih berlangsung hingga kini dan memiliki fungsi sosial, ekonomi, budaya, serta pembentukan identitas, meskipun mengalami dinamika perubahan. Secara sosial, belis menciptakan keharmonisan, namun kadang menimbulkan ketegangan antarkeluarga. Kedua, kebijakan afirmatif melalui Peraturan Kampung membawa perubahan cukup signifikan terhadap aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Selain itu, penerapan pendekatan student centered learning dalam forum pendidikan kampung menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan antusiasme, dan memudahkan pemahaman peserta didik. Pembelajaran berbasis paradigma konstruktivisme juga berkontribusi signifikan terhadap produktivitas dan efektivitas pembelajaran tentang tradisi belis.
Copyrights © 2025