Penelitian ini mengkaji peran guru dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anak dengan Down Syndrome di SLB Negeri Pembina, Provinsi Aceh. Penelitian ini berfokus pada pendidikan inklusif, dengan menekankan pentingnya interaksi antara guru dan siswa dalam mengatasi hambatan komunikasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari guru, orang tua, dan siswa. Hasil penelitian mengungkap tantangan utama, seperti rentang perhatian yang terbatas, kesulitan dalam memahami bahasa, serta kecenderungan anak untuk menyendiri. Strategi efektif yang ditemukan meliputi metode bercerita, penggunaan alat bantu visual, serta pendekatan personal melalui kasih sayang dan pembangunan rasa percaya. Selain itu, musik dan media interaktif terbukti dapat merangsang respons komunikasi yang lebih baik. Studi ini menegaskan pentingnya peran guru dalam mendukung perkembangan komunikasi serta perlunya kolaborasi dengan orang tua agar pembelajaran dapat berlanjut di lingkungan rumah. Hasil penelitian ini memberikan wawasan praktis mengenai metode pengajaran yang efektif bagi anak dengan Down Syndrome, serta menyoroti pendekatan yang lebih empatik dan terstruktur dalam pendidikan inklusif.
Copyrights © 2025