Kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu tujuan kebijakan penggunaan kain tenun endek di Bali, namun hal ini belum dirasakan sepenuhnya oleh para penenun perempuan. Partisipasi perempuan dalam ruang publik menunjukkan kontribusinya dalam pelestarian budaya, sosial, dan ekonomi. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat perempuan Bali untuk tetap menggeluti profesi sebagai seorang penenun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman hidup yang dilalui oleh Perempuan Bali dengan profesi sebagai penenun kain endek. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kualitatif fenomenologi. Jenis fenomenologi yang dipilih adalah transendental dalam mendeskripsikan pengalaman hidup subjek. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 3 orang yang dipilih melalui purposive sampling dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini melalui Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), sehingga akan menampilkan esensi penarikan makna yang ditemukan dan dideskripsikan oleh partisipan berdasarkan pengalaman dan situasi yang dialami partisipan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kemunculan tema yaitu: fleksibilitas waktu; semangat bekerja; penghasilan; dan rasa syukur.. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan Bali memilih pekerjaan sebagai penenun atas keinginannya sendiri, kemampuan yang dimiliki, serta untuk orang yang berarti dalam hidupnya yaitu suami dan keluarganya. Kegigihan bekerja dengan rasa syukurnya memberikan penggambaran perempuan Bali adalah sosok yang kuat dan bertanggungjawab, meskipun begitu banyak kondisi yang dihadapi namun tidak menyurutkan semangatnya bagi kehidupan keluarganya serta eksistensi kain tenun endek di Bali.
Copyrights © 2024