Tulisan berjudul "Menjalin Persaudaraan dalam Terang Iman: Semangat Gotong Royong Dayak Wehea di Tengah Pelayanan Umat Paroki St. Maria Ratu Damai Nehas Liah Bing" mengangkat keterpaduan antara nilai-nilai budaya lokal dan semangat iman Kristiani dalam kehidupan menggereja. Gotong royong, sebagai warisan budaya suku Dayak Wehea, bukan hanya menjadi pola hidup bermasyarakat, tetapi juga menjadi kekuatan kolektif yang menopang pelayanan dan keterlibatan umat dalam berbagai kegiatan pastoral di paroki. Melalui pendekatan reflektif dan kontekstual, tulisan ini menyoroti bagaimana Gereja hadir tidak hanya sebagai pewarta iman, tetapi juga sebagai pelindung nilai-nilai luhur budaya yang mendukung terwujudnya persaudaraan sejati. Integrasi antara gotong royong dan ajaran kasih Kristus memperlihatkan bahwa budaya dan iman dapat berjalan selaras, saling memperkaya, dan menjadi dasar spiritualitas hidup bersama. Dengan demikian, umat diajak untuk membangun Gereja yang hidup, berakar dalam budaya, dan berlandaskan pada kasih, pelayanan, dan solidaritas sebagai wujud nyata dari persaudaraan dalam terang iman.
Copyrights © 2025