Salah satu UMKM yang biasanya ramai pelanggan dan banyak orang membukanya adalah usaha pelayanan Vermak Levis. UMKM pelayanan Vermak Levis Cilegon ini memiliki dua mesin jahit yang diletakkan bersampingan. Dalam melakukan pekerjaannya pekerja duduk disebuah kursi yang tidak adjustable dan tidak memiliki armrest sehingga peneliti menganggap dapat terjadi ketidaknyamanan atas postur pekerja saat melakukan pekerjaan. Selain itu, lamanya durasi bekerja serta tuntutan untuk menyelesaikan pekerjaan dapat menimbulkan beban kerja. Lama nya waktu pekerja per hari dan postur tubuh saat melakukan pekerjaan dapat membuat pekerja mengalami kelelahan atau bahkan cidera terutama cedera bagian sistem musculoskeletal. Atas hasil identifikasi tersebut penelitian bertujuan untuk menganalisis postur kerja dari pekerja pada UMKM tersebut dengan menggunakan pendekatan Biomekanika Kerja. Hasil metode RULA menunjukkan bahwa beberapa aktivitas pekerja seperti pengguntingan benang dan menjahit, termasuk dalam kategori perlu investigasi lebih lanjut dan perbaikan segera dengan skor masing-masing sebesar 5 dan 6. Sementara itu, metode QEC mengungkapkan bahwa eksposur risiko pada pekerja mencapai kategori investigate further dengan nilai eksposur total sebesar 44% untuk aktivitas pengguntingan benang maupun menjahit. Berdasarkan metode 5W+1H perlu adanya meliputi edukasi ergonomi, perancangan kursi, pemberian waktu istirahat, serta penggunaan APD atau alas kaki guna mengurangi risiko cedera
Copyrights © 2025