Pembangunan poliklinik yang efisien dan tepat waktu merupakan tantangan utama dalam manajemen proyek konstruksi kesehatan. Penelitian ini mengkaji penerapan metode Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT), serta integrasi fishbone diagram untuk optimalisasi proyek pembangunan poliklinik. Tujuan utama adalah menganalisis efektivitas kombinasi CPM, PERT, dan diagram tulang ikan untuk meminimalkan keterlambatan, mengoptimalkan alokasi sumber daya, serta meningkatkan akurasi prediksi waktu penyelesaian proyek. Analisis CPM digunakan untuk menentukan jalur kritis, sementara PERT diterapkan untuk menghitung probabilitas penyelesaian proyek berdasarkan tiga estimasi waktu: optimis, pesimis, dan paling mungkin. Pareto dan Fishbone diagram dari 7 tools digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab bottleneck yang memengaruhi waktu dan sumber daya proyek. Bottleneck utama yang ditemukan mencakup faktor keterlambatan material, alokasi tenaga kerja, dan pengambilan keputusan yang lambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi CPM, PERT, serta pareto dan fishbone diagram mampu mengidentifikasi bottleneck potensial, memungkinkan realokasi sumber daya yang lebih efisien, dan meningkatkan akurasi perencanaan waktu. Pendekatan yang dilakukan efektif dalam meningkatkan keberhasilan proyek pembangunan poliklinik secara keseluruhan melalui identifikasi dan mitigasi akar penyebab keterlambatan.
Copyrights © 2025