Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kebangkrutan dan kinerja nilai tambah ekonomi PT XYZ dengan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah laporan keuangan sekunder tahun 2020–2023. Analisis menggunakan model Springate menunjukkan skor Z berturut-turut sebesar 0,284 (2020), 0,329 (2021), 0,322 (2022), dan −0,306 (2023), seluruhnya berada di bawah ambang batas 0,862, mengindikasikan potensi kebangkrutan. Sementara nilai EVA masing-masing sebesar Rp 80,878 juta; -23,127 juta; 98,410 juta; dan 73,485 juta, menunjukkan perusahaan masih menciptakan nilai ekonomi pada tiga tahun. Temuan ini menunjukkan ketidakseimbangan antara risiko jangka pendek dan penciptaan nilai jangka panjang. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi akademisi dalam pengembangan model evaluasi keuangan hybrid serta menjadi referensi bagi praktisi dalam merancang strategi perbaikan likuiditas dan nilai perusahaan secara simultan.
Copyrights © 2025