Distribusi memiliki peran yang krusial termasuk pada industri farmasi. Industri farmasi merupakan industri yang sangat vital bagi suatu negara karena berperan dalam kelangsungan hidup masyarakat di suatu negara. UPKF Banyumas menghadapi permasalahan dalam penentuan rute distribusi yang belum efektif dan efisien yang seharusnya dapat memaksimalkan kapasitas kendaraan dengan durasi distribusi yang memiliki jendela waktu. Permasalahan yang dihadapi UPKF Banyumas termasuk dalam Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows (CVRPTW). Metode penelitian yang digunakan yaitu formulasi penentuan rute menggunakan model Mixed Integer Linear Programming yang dimodelkan pada matlab menggunakan Algoritma Nearest Neighbor. Berdasarkan perancangan rute distribusi dengan metode MILP, didapatkan total biaya distribusi dengan rute usulan yang dihasilkan. Dengan metode usulan, didapatkan total jarak tempuh sebesar 559 km dari yang semula sebesar 1439,4 km dan total biaya distribusi sebesar Rp23.243.000,00 dari yang semula sebesar Rp59.735.400,00. Sehingga UPKF Banyumas dapat menghemat jarak tempuh distribusi sebesar 880,4 km atau 61,16% lebih kecil dibandingkan dengan metode existing serta dapat menghemat total biaya distribusi sebesar Rp36.492.400,00 atau 61,09% lebih kecil dibandingkan dengan metode existing.
Copyrights © 2025