Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jauh lebih dalam tentang makna dari kata "kasih" dalam Hukum Taurat Perjanjian Lama dan bagaimana kasih Allah menjadi dasar dari hukum-hukum tersebut. Dengan pendekatan studi biblika, penelitian ini mengkaji penggunaan kata ahavah (kasih) dalam kitab Taurat, seperti Ulangan dan Imamat lalu mengaitkannya dengan gambaran kasih Allah yang tidak bersyarat dan kekal bagi umat-Nya. Hasil studi ini menunjukkan bahwa hukum-hukum yang diberikan dalam Taurat lebih dari sekadar aturan moral atau sosial. Hukum Taurat merupakan ekspresi dari kasih Allah yang mendorong umat-Nya untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dalam hubungan yang benar dengan Allah dan sesama manusia. Kasih yang tercermin dalam hukum-hukum Taurat mengundang umat Israel untuk merespons kasih Allah dengan hidup dalam ketaatan dan kasih terhadap Allah dan juga sesama. Dengan demikian, hukum Taurat bukan hanya aturan yang harus dipatuhi, tetapi juga panggilan untuk menjalani kehidupan yang penuh kasih sebagai respons terhadap kasih Allah yang tidak bersyarat kepada manusia
Copyrights © 2025