Proses chemical milling sering diterapkan untuk membentuk profil komponen penerbangan karena prosesnya yang cepat dan hasilnya yang presisi. Namun, kekurangan proses chemical milling adalah kecenderungan reaksi korosi yang berlebih sehingga dapat mengakibatkan cacat mikro pada komponen. Regulasi yang mengatur tentang kecacatan komponen penerbangan cukup kaku, sehingga proses chemical milling perlu dikaji secara mendetail. Pada kajian ini, proses chemical milling diterapkan pada paduan aluminium 2024 T-3 dan 7075 T-6. Pengujian kekasaran permukaan dan struktur mikro dilakukan untuk memperkuat analisis hasil korosi intergranular attack dan end grain pitting di permukaan. Pengaruh komposisi paduan tidak berpengaruh signifikan pada laju etsa, namun dapat menentukan model korosi selama chemical milling berlangsung
Copyrights © 2025