Penelitian ini mengkaji filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar pengembangan ekowisata di Bali, dengan fokus pada bagaimana nilai-nilai lokal tersebut dapat diintegrasikan dalam konsep ekowisata berkelanjutan. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis implementasi Tri Hita Karana dalam dimensi parahyangan, pawongan, dan palemahan, yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tri Hita Karana tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Tantangan dan peluang dalam mengadaptasi konsep tradisional ini dalam konteks pariwisata modern dibahas sebagai upaya untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan di Bali.
Copyrights © 2025