Prevalensi pengidap HIV/AIDS terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, pada tahuan 2023 prevalensi diperkirakan 39,9 juta pengidap HIV, dengan jumlah kasus baru 1,3 juta setiap tahunnya. Pemerintah menggalakkan program edukasi demi mencegah penularan HIV. Program edukasi ini agar lebih menarik minat dari peserta edukasi perlunya pengembangan media Pendidikan kesehatan. Media Pendidikan kesehatan memberikan manfaat lebih mudah dalam menyapikan pesan kesehatan, karena membuat peserta edukasi tidak bosan. Media video dianggap lebih menarik karena menampilkan suara, gambar dan tulisan bergerak. Media booklet juga media yang menarik karena menampilkan warna dan tulisan yang menarik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dan booklet terhadap sikap dan praktik kader dalam penyuluhan pencegahan HIV/AIDS. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimen dengan pendekatan rancangan one group Pretest Post-Test Design. Populasi penelitian ini berjumlah 26 kader, mengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Instrument yang digunakan tensi meter dan lembar kuesioner sikap dengan hasil uji validitas dan relibilitas dengan hasil 0,860 dan ceklist praktik kader, dengan menggunakan uji analisis parametik yaitu uji paired t-test. Hasil: Setelah diberikan Pendidikan kesehatan dengan media video dan booklet dapat meningkatkan skpr sikap sebesar 13,26 dengan nilai p value, praktik kader dalam penyuluhan pencegahan HIV dalam meningkatkan skor sebesar 47, 03 dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dan booklet terhadap penceghan HIV/AIDS.
Copyrights © 2025