Akurasi kode diagnosis pada kasus persalinan sangat penting untuk mendukung validitas data medis dan mutu pelayanan kesehatan. RSU Pindad Kabupaten Malang sebagai rumah sakit rujukan menunjukkan angka ketidakakuratan kode diagnosis sebesar 80% berdasarkan observasi awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketidakakuratan kode diagnosis pada kasus persalinan di RSU Pindad Kabupaten Malang berdasarkan standar International Classification of Diseases (ICD-10) Revisi 2010. Data diperoleh dari dokumen rekam medis dengan kategori ketidakakuratan meliputi kesalahan kode, ketidaklengkapan karakter keempat, tidak adanya kode tambahan, dan kasus tanpa kode. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas diagnosis (75%) tidak diberi kode sama sekali, mencerminkan kelalaian serius dalam proses dokumentasi. Kesalahan kode ditemukan pada kasus sebesar (1,63%), sementara sebesar (2,72%) kasus tidak mencantumkan karakter keempat yang diperlukan untuk penentuan diagnosis yang detail. Di sisi lain, sebanyak (20,65%) berhasil dikodekan secara akurat dan tepat, menunjukkan potensi untuk menerapkan standar ICD-10 Revisi 2010 secara benar pada sebagian diagnosis. Hasil ini mengindikasikan perlunya peningkatan pelatihan bagi petugas kodefikasi, optimalisasi sistem pendukung dokumentasi, serta pengawasan terhadap proses pengkodean. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perbaikan kualitas rekam medis di fasilitas kesehatan, khususnya dalam konteks akurasi pengkodean diagnosis.
Copyrights © 2025