Banyak wanita yang mengalami permasalahan menstruasi yang tidak normal. Abnormalitas jumlah darah dan lama perdarahan pada menstruasi merupakan salah satu masalah menstruasi. Gangguan menstruasi meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas dan intensitas fisik. Masalah siklus menstruasi yang dialami para remaja terjadi dikarenakan banyaknya kegiatan di sekolah maupun aktivitas di rumah. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi wanita. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh remaja putri sejumlah 398 siswi, dengan sampel 80 orang yang didapatkan dengan menggunakan stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Physical Activity Level (PAL) melalui G-Form. Analisis data menggunakan uji rank spearman melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel memiliki aktivitas fisik berat sebanyak 43 orang (53,8), dengan nilai rata-rata 1,91±0,20 PAL; sebagian besar siswi mempunyai siklus menstruasi tidak normal sebanyak 61 remaja(76,3), dengan nilai rata-rata 36,15±16,66 hari; ada hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri (p value 0,000).Untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
Copyrights © 2025