Artikel ini membahas peran krusial penerjemah dalam mengatasi hambatan komunikasi yang sering dihadapi antara wisatawan dan masyarakat lokal di destinasi pariwisata yang multikultural. Dengan pendekatan kuantitatif yang didasarkan pada data survei dari responden dengan latar belakang pendidikan yang beragam, penelitian ini menyoroti bahwa penerjemah tidak hanya berfungsi sebagai perantara bahasa, tetapi juga sebagai jembatan budaya yang menjaga keaslian pesan dalam interaksi lintas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan penerjemah sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman budaya, memperlancar komunikasi, dan memperkuat keterhubungan sosial antara pelaku pariwisata dan wisatawan. Peran ini menjadi sangat penting dalam usaha membangun pariwisata yang inklusif, sensitif terhadap budaya, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan peran strategis penerjemah perlu menjadi fokus utama dalam pengembangan industri pariwisata di Indonesia.
Copyrights © 2025