Proses pendidikan idealnya diberikan secara maksimal oleh guru agar hasil pembelajaran lebih optimal, seiring berjalan waktu, pendidikan harus dilakukan inovatif dan menarik untuk mencetak siswa aktif dan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keaktifan siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan pembelajaran menggunakan educaplay dan kelas kontrol dengan media pembelajaran konvensional serta interaksinya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Pengumpulan data melalui angket dan tes. Hasil penelitian ini uji wilcoxon bernilai 0,003 dan 0,032 < 0,05. Hasil dari uji paired t-test bernilai 0,000 dan 0,001 < 0,05. Hasil uji two way anova bernilai 0,167 > 0,05, sehingga media educaplay menunjukkan adanya perubahan signifikan keaktifan belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan pembelajaran menggunakan educaplay dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional serta tidak ada interaksi antara media pembelajaran (educaplay vs konvensional) dan tingkat keaktifan belajar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2025