Penggunaan bahasa Inggris dalam menu makanan telah menjadi fenomena yang umum dalam industri kuliner, menciptakan kesan modernitas dan citra premium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan bahasa Inggris terhadap persepsi dan keterikatan konsumen dengan produk kuliner. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali makna dan pengalaman konsumen melalui observasi dan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa meskipun penggunaan bahasa Inggris meningkatkan daya tarik visual, pengaruhnya terhadap keputusan pembelian bersifat multidimensional, dipengaruhi oleh faktor lain seperti kualitas makanan dan harga. Banyak responden mengaitkan bahasa Inggris dengan kesan eksklusif, namun ada juga yang merasa kebingungan tanpa penjelasan dalam bahasa lokal. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan bilingual untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan meningkatkan pengalaman konsumen. Implikasi praktis bagi pelaku usaha kuliner mencakup penyesuaian strategi komunikasi menu sesuai dengan karakteristik pasar yang ditargetkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pelaku usaha dalam merancang strategi komunikasi yang efektif dan inklusif.
Copyrights © 2025