Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas strategi pembelajaran berbasis masalah dan berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kesenjangan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah penerapan strategi pembelajaran yang kurang efektif dalam mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, yang melibatkan tiga sekolah menengah atas di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari tiga guru Bahasa Indonesia dan 90 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, sementara analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis masalah mendorong siswa untuk berpikir analitis dan mengevaluasi argumen, sedangkan pembelajaran berbasis proyek lebih menekankan pada penerapan pengetahuan dalam konteks dunia nyata. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan kedua strategi ini dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, namun pembelajaran berbasis masalah memberikan dampak yang lebih besar, dengan teknologi yang mendukung proses pembelajaran lebih lanjut.
Copyrights © 2025