Corporate governance saat ini didominasi oleh narasi neoliberal yang mengutamakan shareholder primacy. Melalui studi literatur, penelitian ini menyoroti dampak negatif dominasi neoliberalisme dalam tata kelola perusahaan, seperti dalam kasus Enron dan Volkswagen. Menggunakan Stakeholder Theory dan Agency Theory, penelitian ini mengusulkan kerangka tata kelola yang lebih inklusif dan bertanggung jawab secara sosial. Tujuannya adalah menawarkan perspektif alternatif yang menyeimbangkan kepentingan pemegang saham, pekerja, masyarakat, dan lingkungan. Temuan ini diharapkan dapat mendorong perumusan kebijakan corporate governance yang lebih adil dan transparan, serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya akuntabilitas dan keadilan dalam tata kelola perusahaan.
Copyrights © 2025