Gangguan emosional seperti kecemasan, stres, dan kemarahan semakin sering dialami oleh remaja Muslim, terutama akibat tantangan modernitas digital dan krisis identitas religius. Meskipun berada di lingkungan religius, banyak individu masih kesulitan dalam mengelola emosi, yang menunjukkan adanya ketimpangan antara nilai-nilai spiritual dan keterampilan pengelolaan diri. Kajian ini bertujuan mengeksplorasi secara komprehensif konsep emosi dalam psikologi Islam serta penerapan ajaran Islam dalam regulasi emosi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), sebanyak 13 artikel terbitan tahun 2020–2025 dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti ṣabr (kesabaran), shukr (rasa syukur), dan ghaḍab (pengendalian amarah) berkontribusi dalam membentuk kecerdasan emosional, kesadaran diri, dan akhlak mulia. Intervensi seperti Islamic mindfulness dan spiritual-based cognitive reappraisal terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan emosi dan meningkatkan motivasi belajar. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip-prinsip Islam dalam pendidikan emosi dan pembentukan karakter untuk menciptakan kesehatan mental yang utuh dan sejalan dengan nilai keimanan.
Copyrights © 2025