Keberhasilan dan efektivitas perjuangan politik secara signifikan dipengaruhi oleh media di era globalisasi dan teknologi maju saat ini, terutama situs web berita. Dua media paling terkenal adalah Kompas.com dan Detik.com. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan sejauh mana slogan "slepet" calon wakil presiden diberitakan oleh dua media daring Indonesia, Detik.com dan Kompas.com. Mengidentifikasi penggunaan media daring untuk tujuan politik dengan menggunakan teknik Analisis Framing Robert N. Entman, yang menganalisis bingkai sebuah peristiwa melalui pembahasan Detik.com dan Kompas.com mendefinisikan isu-isu berita slogan "slepet" Cak imin melalui empat tahapan yaitu Define problems, Diagnose causes, Make moral judgement dan Treatment recommendation. Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan bahwa Detik.com menyajikan berita slogan "slepet" calon wakil presiden Muhaimin Iskandar sebagai sebuah slogan yang memiliki makna yang tidak menyenangkan. Sementara itu, Kompas.com sering menampilkan Muhaimin Iskandar, calon wakil presiden, dan slogan "slepet"-nya sebagai solusi untuk masalah-masalah di Indonesia.
Copyrights © 2025