Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental, khususnya depresi. Berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional sering kali membuat remaja merasa terisolasi dan kewalahan. Dalam konteks ini, dukungan orang tua memegang peran krusial sebagai faktor protektif yang mampu menurunkan risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat dukungan orang tua dengan kecenderungan depresi pada remaja. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif/kuantitatif (sesuaikan), data dikumpulkan melalui wawancara/kuesioner terhadap sejumlah responden berusia 13–18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang menerima dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan perhatian aktif dari orang tua memiliki tingkat gejala depresi yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang kurang mendapatkan dukungan serupa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, dalam membangun ketahanan mental remaja. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan keterampilan pengasuhan menjadi langkah strategis dalam pencegahan dini gangguan depresi pada generasi muda.
Copyrights © 2025