Individu yang memiliki identitas sebagai Gay dan Waria sering kali menjadi korban diskriminasi dari masyarakat, yang membuat identitas dan eksistensi sosial mereka terancam. Penelitian ini berfokus dalam upaya memahami cara LSM OGAWA, sebuah organisasi yang menaungi Gay dan Waria di Jember dalam mempertahankan identitas sosial mereka di masyarakat. Guna memahami LSM OGAWA dengan mendalam, peneliti menggunakan pendekatan Etnografi sebagai cara untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Inti dari metode ini adalah penggunaan triangulasi data, yaitu membandingkan temuan dari observasi lapangan, wawancara, dan dokumen internal organisasi, guna meningkatkan validitas dan kredibilitas hasil penelitian. Dalam penelitian ditemukan bahwa LSM OGAWA berhasil menciptakan “ruang aman” dan membangun solidaritas yang kokoh melalui program edukasi SOGIESC, pelatihan keterampilan hidup, serta pembentukan habitus pada anggotanya. Cara yang dilakukan LSM OGAWA mencakup penguatan jaringan nasional hingga internasional, penguatan modal usaha, serta pendalaman kesadaran teologis/agama. Studi ini menegaskan peran penting organisasi berbasis komunitas dalam memperjuangkan hak individu-individu yang memiliki identitas sebagai Gay dan Waria.
Copyrights © 2025