Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap komunikasi interpersonal mahasiswa usia 18–21 tahun pasca-pandemi. Dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 12 informan, ditemukan tiga kecenderungan: meningkatnya intensitas komunikasi namun menurunnya kedekatan emosional; kemudahan membuka percakapan namun bersifat dangkal; serta kesulitan komunikasi tatap muka akibat dominasi digital. Berdasarkan teori Joseph A. DeVito, media sosial berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital dan empati dalam berbahasa serta merekomendasikan peran aktif institusi pendidikan dan keluarga dalam edukasi penggunaan media sosial yang sehat.
Copyrights © 2025