Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Bustanul Makmur II Banyuwangi. Kitab kuning yang menggunakan bahasa Arab klasik menjadi tantangan bagi santri, terutama yang berlatar pendidikan dasar. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan metode Al-Miftah Lil Ulum yang disesuaikan dengan kemampuan santri, serta memberikan bimbingan tambahan seperti les privat dan tutor sebaya. Upaya lain termasuk pembelajaran informal oleh pengasuh pondok dan program pengembangan minat serta tahfidz. Kendala utama yang dihadapi adalah kelelahan santri dan terbatasnya waktu belajar. Meskipun demikian, peran guru sebagai pembimbing dan motivator terbukti penting dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif dan bermakna. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan kitab kuning di pesantren.
Copyrights © 2025