kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia pada akhir tahun 2022 akibat konsumsi obat sirup yang terkontaminasi memunculkan sorotan terhadap praktik tidak etis dalam industri farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik eksploitasi keuntungan dalam kasus tersebut dari perspektif etika bisnis Islam. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dari literatur ilmiah dan laporan kasus. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan senyawa berbahaya seperti etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan propilen glikol dalam obat sirup berkaitan langsung dengan kerusakan ginjal serius. Praktik produsen yang mengabaikan standar keamanan demi efisiensi biaya dan peningkatan laba bertentangan dengan prinsip etika bisnis Islam, seperti keadilan, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sosial. Implikasi dari studi ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi dan pengawasan terhadap industri farmasi, serta penegakan sanksi tegas bagi pelanggaran etik. Selain itu, dibutuhkan integrasi antara orientasi keuntungan dan nilai moral untuk mewujudkan bisnis farmasi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Kata-kata kunci : etika bisnis islam, eksploitasi keuntungan, industri farmasi, gagal ginjal akut, obat sirup
Copyrights © 2025