Kemajuan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), telah mengubah cara manusia menjalin komunikasi interpersonal, salah satunya melalui fenomena curhat ke AI seperti ChatGPT. Penelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi individu menggunakan AI sebagai tempat curhat, serta dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan dari interaksi tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kepustakaan, analisis difokuskan pada teori Kebutuhan Sosial Maslow dan teori Uses and Gratifications. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi utama individu adalah kebutuhan akan dukungan emosional, perlindungan melalui anonimitas, serta kenyamanan dan aksesibilitas teknologi. Meskipun AI dapat membantu refleksi diri dan mengurangi kecemasan sosial, ketergantungan yang berlebihan berisiko menyebabkan isolasi dan menurunnya kualitas hubungan antarmanusia. Temuan ini menekankan pentingnya penggunaan AI secara seimbang, serta perlunya pengembangan teknologi yang lebih empatik dan etis. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi digital dan menawarkan pandangan kritis terhadap hubungan emosional antara manusia dan mesin.
Copyrights © 2025