Kabupaten Subang perlu mengembangkan potensi wilayahnya yang sebagian besar didominasi wilayah perdesaan untuk mendukung posisinya sebagai penyangga Kawasan Metropolitan Rebana. Penelitian ini bertujuan mengklasterkan kecamatan-kecamatan di Kabupaten Subang berdasarkan potensi desa masing-masing, sehingga dapat dirumuskan strategi pengembangannya untuk ditingkatkan statusnya menjadi Desa Mandiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan campuran (kuantitatif dan kualitatif), dengan populasi berupa seluruh kecamatan di Kabupaten Subang yang mencakup sejumlah desa di dalamnya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode nonprobability sampling dengan memanfaatkan data sekunder dari BPS Kabupaten Subang serta hasil observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan analisis klaster dengan pendekatan hirarki melalui metode ward’s dan single linkage. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kecamatan-kecamatan di Kabupaten Subang dapat dikelompokkan menjadi empat klaster atau kategori sesuai ketentuan pada Indeks Desa Membangun (IDM) dan berdasarkan faktor demografi, geografi, serta ketersediaan sarana dan prasarana umum. Selanjutnya, klaster pertama menjadi role model yang pengembangannya berfokus pada rencana pembangunan yang partisipatif. Klaster kedua berfokus pada strategi pengembangan infrastruktur pariwisata beserta kelembagaannya. Klaster ketiga lebih berfokus pada peningkatan sumber daya manusia berbasis vokasi agar dapat mengoptimalisasi potensi lokal. Sedangkan, klaster keempat memerlukan perhatian lebih dalam penyediaan infrastruktur fisik dasar dan optimalisasi BUMDes.
Copyrights © 2025