Latar belakang : Wanita hamil memiliki peningkatan resiko yang berat bila terinfeksi COVID-19, hal ini memperburuk luaran maternal dan luaran perinatal serta berdampak pada kelainan plasenta. Dari kebijakan pemerintah RI, ibu hamil dapat di berikan vaksinasi Covid-19 antara lain platform mRNA Pfizer dan Moderna, dan vaksin platform inactivated Sinovac yang dapat diberikan pada trimester kedua kehamilan. Penilaian status vaksinasi terhadap luaran ini memberikan rekomendasi langkah preventif komplikasi kehamilan akibat vaksinasi Covid-19. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status vaksinasi Covid-19 dengan luaran maternal, luaran perinatal dan luaran plasenta pada ibu bersalin Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan Cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di RSU Herna dan RSU Mitra Sejati Medan menggunakan tehnik Consecutive sampling. Kriteria inklusi adalah ibu bersalin normal atau sesar,kehamilan cukup bulan dan kriteria eksklusi adalah ibu dengan status vaksinasi tidak jelas. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil : Berdasarkan pada hasil penelitian, dari 190 mayoritas responden berusia 20-35 tahun, multigravida, dan belum divaksin Covid-19. Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan bermakna antara status vaksinasi Covid-19 dengan luaran maternal (p=0.001). Dan tidak terdapatnya hubungan bermakna antara status vaksinasi Covid-19 dengan luaran perinatal (p= 0.65) dan luaran plasenta (p=0.51). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara status vaksinasi Covid-19 dengan luaran maternal. Dan tidak terdapat hubungan status vaksinasi Covid-19 dengan luaran perinatal dan luaran plasenta. Kata kunci : Covid-19, Vaksinasi Covid-19, Luaran maternal, Luaran perinatal, Plasenta
Copyrights © 2024