Terorisme merupakan ancaman global yang berdampak sistemik terhadap stabilitas sosial dan keamanan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembinaan deradikalisasi pra integrasi di Lapas Kelas IIB Way Kanan secara kritis dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sosiolegal, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap petugas dan pihak terkait di lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program deradikalisasi di Lapas Way Kanan dilaksanakan secara bertahap dan multidisiplin, mencakup aspek keagamaan, kepribadian, keterampilan hidup, dan integrasi sosial. Meski demikian, sejumlah hambatan masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan deradikalisasi, serta lemahnya koordinasi lintas institusi. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas petugas, inovasi metode pembinaan, dan kolaborasi antar lembaga guna mendorong keberhasilan reintegrasi sosial serta mencegah residivisme radikalisme.
Copyrights © 2025