Latar belakang penelitian ini mengenai fungsi rumah tahfizh Al-Qur'an di kalangan pelajar. Hal ini menarik untuk diteliti karena rumah tahfizh Al-Qur'an yang awalnya berfungsi sebagai tempat pendidikan Al-Qur’an ternyata memiliki fungsi lain yang tersembunyi dan tidak disadari oleh pelajar. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis fungsi manifes dan fungsi laten yang ada di rumah tahfizh Asy-Syafi’i. Teori yang digunakan adalah analisis teori struktural fungsional dari Robert K. Merton, dengan konsep fungsi manifes dan fungsi laten. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif tipe studi kasus. Informan penelitian berjumlah 18 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria meliputi pelajar tahfiz, pengurus dan guru tahfizh, serta orang tua dari pelajar yang mengikuti pendidikan tahfizh di Rumah Tahfizh Asy-Syafi’i. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu menggunakan model triangulasi interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Tahfizh Asy-Syafi’i memiliki fungsi manifes dan laten yaitu : Pertama, fungsi manifes Rumah Tahfizh Asy-Syafi’i yaitu menyediakan pendidikan Al-Qur’an bagi pelajar, sebagai tempat internalisasi pendidikan agama, meningkatkan peluang memperoleh beasiswa. Kedua, fungsi laten Rumah Tahfizh Asy-Syafi’i yaitu meningkatkan kesempatan diterima di sekolah unggulan, sebagai sumber penghasilan bagi pelajar, serta mendorong terjadinya persaingan (competition). Berbeda dengan penelitian terdahulu yang hanya mengkaji rumah tahfizh Al-Qur’an dari aspek pendidikan dan pemberdayaan, pada penelitian ini menyoroti fungsi manifes dan fungsi laten rumah tahfizh yang berkaitan dengan aspek ekonomi serta mendukung peluang akademik pelajar.
Copyrights © 2025