Remaja di Indonesia menghadapi masa transisi yang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan reproduksi, namun akses terhadap layanan yang sesuai masih menghadapi banyak hambatan. Tantangan ini dipengaruhi oleh keterbatasan struktural, nilai sosial budaya, serta kurangnya pendidikan kesehatan yang memadai. Kajian naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan terhadap layanan kesehatan reproduksi bagi remaja di Indonesia. Pencarian literatur dilakukan secara non-sistematis melalui database seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2020 hingga 2025, serta dokumen kebijakan dan laporan pemerintah. Studi yang ditinjau mencakup remaja usia 10–19 tahun dan relevan dengan konteks Indonesia. Hasil kajian menunjukkan tiga kategori utama hambatan: infrastruktur layanan dan kapasitas tenaga kesehatan yang belum memadai, norma sosial budaya dan keagamaan yang masih menstigma isu reproduksi, serta pengetahuan dan kesadaran remaja yang masih rendah. Pendekatan holistik yang berpusat pada remaja penting untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan penerimaan layanan kesehatan reproduksi di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang berpusat pada remaja penting untuk meningkatkan aksesibilitas, kualitas, dan penerimaan layanan kesehatan reproduksi di Indonesia.
Copyrights © 2025