cover
Contact Name
Roma Yuliana
Contact Email
jurnalvarians@gmail.com
Phone
+6281224425340
Journal Mail Official
jurnalvarians@gmail.com
Editorial Address
Trevista Residence Ciputat. Blok D3 No 3. Jalan Cipunagara Raya. Kecamatan Ciputat – Tangerang Selatan – Banten. Kode Pos (15411)
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30480108     DOI : https://doi.org/10.63953/vjkm
Core Subject : Health,
Fokus: VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal ilmiah yang ditujukan untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Artikel yang diterbitkan dapat berupa artikel hasil penelitian (original research) maupun artikel review (critical review). Ruang Lingkup: Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) mencakup cabang bidang ilmu kesehatan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah, Gizi Promosi Kesehatan (Promkes) Kesehatan Lingkungan (Kesling) Biostatistik Kesehatan Reproduksi (Kespro) Informasi Kesehatan Ilmu Kesehatan Lainnya
Articles 22 Documents
Pengaruh Social and Interpersonal Factors terhadap Deviant Workplace Behavior Pada Pelaksanaan Pencatatan dan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit X Surabaya Devi, Yuli Puspita; Permatasari, Eska Distia; Prameswari, Riski Dwi; Handriyanto, Candra Ferdian
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v1i1.3

Abstract

Deviant Workplace Behavior (DWB) adalah perilaku melanggar norma di tempat kerja yang mempengaruhi produktivitas baik individu maupun organisasi. Keterlambatan pencatatan dan pelaporan insiden keselamatan pasien yang terjadi di Rumah Sakit X Surabaya adalah bentuk dari deviant workplace behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social and interpersonal factors terhadap deviant workplace behavior di RS X Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah 35 unit pelayanan dan unit penunjang di Rumah Sakit X Surabaya. Variabel independen penelitian ini adalah influence of work groups dan influence of supervision. Analisis analitik menggunakan analisis regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil menunjukkan variabel influence of work groups memiliki pengaruh yang signifikan terhadap workplace behavior dalam hal pencatatan dan pelaporan IKP. Semakin baik kelompok kerja yang ada di unit kerja (saling mendukung dan memilki kerja sama yang baik) maka semakin baik pula perilaku kerja mereka dalam hal pencatatan dan pelaporan IKP (nilai b positif 0,541). Diharapkan adanya pembuatan media agar dapat saling mengingkatkan kerja sama antar anggota unit kerja yang mendukung perilaku keselamatan pasien terkait dengan kegiatan pencatatan dan pelaporan IKP serta SOP supervisi yang harus dilakukan Sub Komite Keselamatan Pasien sehingga dapat meminimalisir terlambatnya pencatatan dan pelaporan IKP.
Pemetaan Kerawanan serta Penentuan Prioritas Penanganan Penyakit Tuberkulosis di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 Novitasari, Prihatini Dini; Inggarputri, Yuanita Rizky
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v1i1.4

Abstract

Tuberculosis (TBC) is one of several communicable diseases which is still being public health problem in the world and in Indonesia. In 2021, West Java Province is still the province with the highest number of tuberculosis cases in Indonesia. The high cases of tuberculosis cannot be separated from various risk factors that are still frequently encountered in the community. This study aims to describe the distribution of tuberculosis cases in West Java and determine priority areas for tuberculosis treatment based on spatial/regional risk factors. This research was conducted in West Java Province in 2022, carried out descriptively using the Geographic Information System (GIS) application with a scoring technique. The research data is in the form of secondary data that comes from several open data access units of analysis based on regency/city administration. The results showed that out of 27 regencies/cities, there were 5 regencies/cities with very high levels of vulnerability with the first treatment priority being Bandung City, onwards Purwakarta Regency, Cianjur Regency, Bandung Regency, West Bandung Regency. The government is expected to be able to improve efforts to prevent and handle tuberculosis cases by prioritizing districts/cities with very high levels of vulnerability.
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Usia 12 – 60 Bulan Yuliana, Roma
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v1i1.5

Abstract

ABSTRAK Masalah stunting di Indonesia tergolong dalam kategori berat dengan prevalensi 30,8% selama tahun 2018 sehingga perlu adanya program penanggulangan. Tanggamus merupakan kabupaten dari Provinsi Lampung dengan prevalensi stunting tertinggi dari 15 kabupaten lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 12-60 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sumanda, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Desain penelitian ini adalah kasus kontrol dengan sampel 70 anak berusia 12-60 bulan. Sampel terdiri dari 35 kasus dan 35 kontrol yang diambil dengan cara simple random sampling. Kedua kelompok tersebut diwawancara menggunakan kuisioner yang sama. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa BBLR (p=0,026,OR= 6,60), ASI Eksklusif (p=0,017,OR=3,69) dan riwayat infeksi (p=0,037,OR=3,62)berhubungan dengan stunting. Sedangkan uji regresi logistik ganda menunjukkan riwayat BBLR ditemukan sebagai faktor yang paling dominan terhadap stunting (OR=5,70). Dapat disimpulkan bahwa BBLR, ASI Eksklusif dan riwayat infeksi berhubungan dengan kejadian stunting. Diharapkan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat dan petugas kesehatan untuk memantau status kesehatan ibu hamil dan mengontrol perkembangan balita agar kejadian stunting dapat dicegah. ABSTRACT The problem of stunting in Indonesia is classified as severe with a prevalence of 30.8% during 2018. Hence, a prevention program is needed. Tanggamus is a district in Lampung Province with the highest prevalence of stunting than other 15 districts. This study was conducted to determine the risk factors for stunting in toddlers aged 12-60 months in the Sumanda Health Center working area, Pugung District, Tanggamus Regency. A case-control study was conducted in the Sumanda Health Center working area in 2019 with 70 children aged 12–60 months. The sample consisted of 35 cases and 35 controls taken by simple random sampling. Both groups were interviewed using the same questionnaire. The results of the chi square test showed that low birth weight (LBW) (p = 0.026, OR = 6.60), exclusive breastfeeding (p = 0.017, OR = 3.69) and a history of infection (p = 0.037, OR = 3.62) were associated with stunting. While the logistic regression test showed a history of LBW was found as the most dominant factor in stunting (OR=5,70). It can be concluded that LBW, exclusive breastfeeding and a history of infection are associated with stunting. It is hoped that the Community Health Center and health workers will monitor the health status of pregnant women and control the development of children under five so that stunting can be prevented.
Determinants of Complete Basic Immunization in Babies Born in Period Covid 19 pandemic in West Java (2021 Susenas Data Analysis) Naim, Salsabila
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v1i1.6

Abstract

Since the Covid-19 pandemic, the implementation of basic childhood immunization services has decreased. In West Java, child immunization coverage decreased by 93.74% in 2019, to 82.26% in 2020. The aim of the study This is to find out the determinants of complete basic immunization in infants born during the COVID-19 pandemic in West Java. This study uses SUSENAS 2021 data in West Java with a sample of 368 infants aged 10-12 months who were born during the COVID-19 pandemic, with cross-sectional design and multiple logistic regression analysis. Factors related to complete basic immunization of 10-12 months babies born during the COVID-19 pandemic in West Java were the mother's last education, mother's employment status, economic status, ownership of health insurance, and ownership of MCH books. The most dominant factor is ownership of MCH handbook (p value = 0.00 ; AOR = 16,064 ; 95% CI = 6.397-40.339). Conclusion: The government can optimize the use of MCH books by developing the digitization of MCH books on a national scale. Puskesmas can work together with various parties, especially cadres in motivating families/communities to use and apply the contents of the MCH handbook
Perbandingan Estimasi Kematian Bayi dan Anak di Kalimantan Barat dengan Metode Brass dan Metode Sullivan Annabel Serafina
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v1i1.8

Abstract

Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, Kalimantan Barat memiliki angka kematian bayi (AKB) yang lebih tinggi daripada AKB nasional, yakni 27 kematian per 1000 kelahiran hidup. Penurunan kematian bayi dan anak menjadi salah satu target dalam SDGs sehingga estimasi kematian bayi dan anak penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan membandingkan estimasi kematian bayi dan anak di Kalimantan Barat pada tahun 2010 dengan metode Brass dan Sullivan. Estimasi kematian bayi dan anak dengan metode Brass dan Sullivan menggunakan data sekunder dari hasil sensus penduduk tahun 2010. Data ini mencakup jumlah penduduk wanita, anak lahir hidup (ALH), dan anak masih hidup (AMH) di Kalimantan Barat. Uji T berpasangan digunakan untuk membandingkan hasil estimasi antara metode Brass dan Sullivan. Berdasarkan metode Brass dengan faktor pengali menurut P2/P3, probabilitas kematian bayi adalah 0,028 dan kematian umur sebelum 5 tahun adalah 0,038. Sementara itu, berdasarkan metode Sullivan, probabilitas kematian umur sebelum 5 tahun yaitu 0,037. Hasil uji T berpasangan terhadap metode Sullivan dengan metode Brass baik dengan faktor pengali berdasarkan P1/P2 maupun P2/P3 secara berturut-turut yaitu 0,375 dan 0,542. Dengan demikian, tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil dari metode Brass dengan metode Sullivan sehingga kedua metode tersebut dapat digunakan dalam melakukan estimasi kematian bayi dan anak.
Persepsi dan Penerimaan Vaksinasi Booster COVID-19 Pengajar PAUD Harapan Bunda Tasikmalaya Ramdani, Famelasari Fitria; Budisusilowati, Bernadeth Novita; Riadi, Dela; Friadita, Karina; Setiadi, Muhammad David; Ronaldo, Ronaldo; Azraliani, Tasyafiki; Pratomo, Hadi; Bandur, Paskalinda
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i1.9

Abstract

Menurut WHO, COVID-19 adalah sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) yang menghadirkan ancaman serius bagi negara-negara dengan infrastruktur perawatan kesehatan yang lemah. Upaya untuk memerangi COVID-19 melibatkan pemberian booster vaksin COVID-19. Mencari tahu bagaimana perasaan guru-guru PAUD Harapan Bunda di Tasikmalaya tentang mendapatkan suntikan booster COVID-19 adalah tujuan dari penelitian ini. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengambilan sampel kuota untuk memilih informan. Pertemuan online untuk melakukan wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kerentanan terhadap tingkat keparahan penyakit yang rentan terhadap vaksinasi booster COVID-19, persepsi ancaman terhadap kesehatan sendiri, persepsi tantangan pemberian vaksinasi booster COVID-19, persepsi keunggulan vaksinasi booster terhadap kesehatan, pengaruh internal dan eksternal yang kuat, serta kepercayaan individu terhadap pemberian vaksinasi booster COVID-19 semuanya dapat mempengaruhi penerimaan vaksinasi.
Penyebaran Kasus COVID-19 di Provinsi Jawa Barat 2020-2022: Analisis Spasial Riadi, Dela; Hidayat, Slamet
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i1.10

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu negara dengan tingkat kasus COVID-19 tertinggi, namun belum diketahui bagaimana sebaran kasus tersebut secara spasial yang dilihat dengan autokorelasi global maupun lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran regional kasus COVID-19 di Jawa Barat pada tahun 2020-2022. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis spasial Global Moran’s Index dan LISA (Local Indicators of Spatial Autocorrelation) di program GeoDa. Data sekunder yang digunakan pada tanggal 13 Desember 2022 dari Jabar Open Data. Hasil analisis spasial pola distribusi COVID-19 di Jawa Barat pada 2020-2022 menunjukkan daerah dengan konsentrasi kasus yang dengan jumlah tertinggi di Kota Bekasi. Kabupaten/kota yang memiliki kuadran high-high yaitu di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, dan Kabupaten Bogor. Sedangkan kabupaten dengan kuadran low-low yaitu berada di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Tasikmalaya. Pola sebaran kasus COVID-19 di Jawa Barat menunjukkan adanya autokorelasi, dampak dari ketetanggaan dari wilayah-wilayah sekitarnya yang menyebabkan terjadinya kasus COVID-19.
The Role of Primary Health Facilities in Screening for Risk Factors for Chronic Kidney Disease (CKD): Literature Review Study Trixie, Joue Abraham; Sasube, Pratika Lawrence; Maluenseng, Priska Priyanka; Boltal, Abraham Daniel; Solang, Michael Alexander
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i1.11

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a grave health issue because it is related to quality and survival. This disease has become a problem in Public Health. Primary Level Health Facilities (PLHF) are essential in overcoming this burden. Primary Level Health Facilities can carry out three prevention measures: primary-level prevention, secondary-level prevention, and tertiary-level prevention. Primary-level prevention plays a role in preventing someone from experiencing CKD, secondary-level prevention plays a role in making a diagnosis as early as possible, and tertiary-level prevention plays a role in preventing complications that might occur.
Hubungan Antara Obesitas terhadap Self-Esteem Pada Remaja dan Dewasa: Literature Review Safitri, Yolanda
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i1.12

Abstract

Obesitas adalah masalah kesehatan global yang bukan hanya berimplikasi pada kesehatan fisik, tetapi juga terhadap aspek psikologis individu, terutama self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak obesitas terhadap self-esteem. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review terhadap artikel yang membahas mengenai hubungan obesitas dengan self-esteem. Artikel diperoleh dari Google Scholar dengan kata kunci self-esteem dan obesitas. Artikel yang dianalisis adalah artikel dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2020-2024). Hasil review 8 dari 10 artikel menunjukkan adanya hubungan signifikan antara obesitas dengan self-esteem sedangkan 2 artikel lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dengan self-esteem. Berdasarkan temuan-temuan ini, sangat penting untuk mengimplementasikan intervensi yang bertujuan untuk mengatasi dampak obesitas terhadap self-esteem. Program edukasi yang menargetkan gaya hidup, citra tubuh, dan self-esteem di antara individu obesitas perlu dilakukan dalam meningkatkan self-esteem dan kesejahteraan secara keseluruhan. Intervensi psiko-edukasi untuk individu obesitas juga dapat berdampak positif pada citra tubuh dan self-esteem.
Tingkat Pendidikan sebagai Determinan Utama Partisipasi Pria Menjadi Akseptor Keluarga Berencana (KB) di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017 Najah, Miftahun; Yeni
VJKM: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Varians Statistik Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63953/vjkm.v2i1.13

Abstract

Latar Belakang: laju penduduk yang tidak terkendali akan dapat menyebabkan baby booming atau tingginya angka kelahiran. Salah satu faktor penyebab tinggi kelahiran di Indonesia adalah rendahnya dukungan dan partisipasi KB dikalangan pria pasangan usia subur. Tujuan: untuk melihat determinan partisipasipria pasangan usia subur dalam menjadi akseptor di Indonesia. Metode: penelitian kuantitatif-analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dengan teknik pengambilan sampel multi-stage stratifikasi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 8278 orang yaitu seluruh pria PUS berstatus menikah yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda dengan model prediksi. Hasil: Berdasarkan analisis Multivariat tingkat pendidikan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keikutsertaan pria menjadi akseptor KB di Indonesia (p-value = <0,0001; PR= 2,403; CI= 1,918-3,010) setelah dikontrol oleh variabel tempat tinggal dan pengetahuan KB. Tingkat pendidikan pria yang tinggi berpeluang 2,4 kali lebih besar untuk ikut serta menjadi akseptor KB. Kesimpulan: Tingkat Pendidikan merupakan faktor paling berpengaruh terhadap partisipasi pria menjadi akseptor KB. perlu dilakukannya penguatan pengetahuan KB pria dengan menerapkan kebijakan kurikulum kesehatan reproduksi di tingkat pendidikan menengah dan tinggi.

Page 1 of 3 | Total Record : 22