Supervisi akademik berbasis refleksi dan coaching menjadi pendekatan inovatif untuk meningkatkan kompetensi guru di era Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruhnya terhadap kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru di MTsN 3 Siak. Kualitatif dengan desain studi kasus ini melibatkan 1 kepala madrasah dan 8 guru (diverse mata pelajaran, pengalaman mengajar 5–12 tahun). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, lalu dianalisis dengan coding tematik (Miles & Huberman, 2014). Supervisi reflektif dan coaching meningkatkan kompetensi pedagogik 80% guru dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi dan student-centered. 75% guru melaporkan peningkatan kompetensi profesional dalam penguasaan materi, sementara 90% merasa lebih kolaboratif dengan rekan sejawat. Hambatan utama adalah beban administratif (dialami 60% partisipan) dan keterbatasan waktu kepala madrasah. Pendekatan ini efektif sebagai model pengembangan guru, terutama jika didukung pelatihan intensif untuk supervisor dan reduksi beban administratif. Temuan memperkuat teori Kolb (2017) tentang pembelajaran eksperiensial dalam konteks madrasah.
Copyrights © 2025