Perkembangan ilmu kalam sejak masa klasik, ketika disiplin ini pertama kali muncul sebagai upaya sistematis untuk membela akidah Islam dari berbagai aliran yang dianggap menyimpang. Pada masa itu, ilmu kalam berfungsi sebagai perisai ideologis yang mempertahankan kemurnian ajaran Islam dari ancaman pemikiran luar maupun dari dalam tubuh umat sendiri. Perdebatan-perdebatan yang mengemuka, seperti antara kaum Mu’tazilah dan Ahlus Sunnah, menunjukkan bagaimana ilmu kalam menjadi arena dialektika teologis yang sangat hidup dan penuh dinamika. Seiring waktu, ilmu kalam tidak lagi terbatas pada ruang sempit polemik internal keagamaan. Sedangkan metodologi pemikiran kalam kontemporer bersentuhan dengan pemikiran filsafat Barat kontemporer dewasa ini, kehadirannya tidak melulu upaya apoligetik membela Tuhan, tapi diharapkan dapat membantu mengatasi dan memecahkan persoalan-persoalan kemasyarakatan dewasa ini, dan lebih peka terhadap problema umat dan isu-isu kemanusiaan universal, agar pemikiran kalam lebih “membumi” relevan dengan permasalahan kekinian dan berusaha memberikan solusi dengan memberikan pemaknaan yang lebih bersifat “antroposentris” dan menempatkan manusia sebagai pusat kesadaran.
Copyrights © 2025