Karyawan merupakan faktor penting bagi kelangsungan perusahaan untuk mencapai kesuksesan. Peningkatan kualitas diri karyawan dapat dilihat dari hasil kerja. Hal ini karena karyawan menghabiskan setengah harinya dengan bekerja. Oleh karena itu, karyawan membutuhkan workplace well-being. Workplace well-being adalah perasaan sejahtera yang dirasakan oleh karyawan. Adapun faktor yang mempengaruhi workplace well-being adalah gaya kepemimpinan otokratis yaitu pemimpin yang hanya bersikap individualis, dan jarang untuk berkomunikasi langsung denganĀ karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara gaya kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being pada karyawan PT. X Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini 127 karyawan yakni 75 laki-laki dan 52 perempuan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Data penelitian ini menggunakan dua skala, skala gaya kepemimpinan otokratis dan skala workplace well-being dengan model skala likert. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif antara gaya kepemimpinan otokratis dengan workplace well-being pada karyawan PT. X Kota Pekanbaru dengan Sig. sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar (r) = -0,547 artinya, tinggi atau rendanya gaya kepemimpinan otokratis memiliki korelasi dengan workplace well-being pada karyawan PT. X Kota Pekanbaru. Jika ingin workplace well-being menjadi tinggi maka pemimpin sebaiknya tidak menggunakan gaya kepemimpinan otokratis, dengan demikian hipotesis penelitian diterima.
Copyrights © 2025