Urbanisasi yang pesat menyebabkan berkurangnya lahan pertanian di wilayah perkotaan serta meningkatnya volume limbah organik rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya akses masyarakat kota terhadap pangan segar dan sehat, serta munculnya masalah lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, mengurangi limbah organik, dan menciptakan peluang ekonomi baru melalui penerapan urban farming berbasis hidroponik serta pemanfaatan eco-enzyme sebagai pupuk organik cair. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bendan Ngisor, Kota Semarang, yang merupakan wilayah padat penduduk dengan keterbatasan lahan hijau dan meningkatnya limbah rumah tangga. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan eco-enzyme, dan praktik budidaya tanaman hidroponik. Melalui program ini, masyarakat dilatih untuk mengelola limbah organik secara mandiri dan memanfaatkannya untuk menunjang pertanian berkelanjutan di lingkungan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah limbah dan memanfaatkan lahan sempit untuk budidaya pangan, sekaligus mendukung penguatan ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi sederhana berbasis hidroponik dan eco-enzyme efektif diterapkan dalam konteks perkotaan sebagai solusi atas permasalahan pangan dan lingkungan.
Copyrights © 2025